Masa Kanak-kanak


Cerita dikit ah tentang anak (maksudnya disini adalah masa kanan-kanan TK – SD).

Di deket rumah ku ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Full Day, jadi siswa-siswi nya masuk pagi sekitar jam 7 pagi dan pulang sore sekitar jam 4 sore. Nah SDIT ini kan ada masjidnya juga, kalau sholat jamaah saya sering sholat disitu, karena masjid yang paling dekat dengan rumah.

Berjalan menuju masjid pasti melewati anak-anak yang sedang bermain, entah bermain bola, lari-lari, bermain boneka, atau sekedar bercanda gurau dengan temannya. Senang melihat mereka bersenang-senang, hal yang susah didapatkan ketika umur sudah beranjak dewasa (akhirnya ngaku juga kalau udah dewasa…. hehe :P)

Kalau yang kelas 3 keatas sepertinya sudah disuruh ikut sholat berjamaah, ya walaupun agak gaduh suasana sebelum sholat (namanya anak2) tp ketika imam sudah takbiratul ikhram, semuanya menjadi tertib dan mengikuti imam. Mereka sudah diajarkan betapa pentingnya khusyuk dalam sholat, mereka sudah diajarkan ketertiban dalam menjalankan ibadah. Sungguh senang melihat mereka begitu menurut kepada aturan-aturan.

Dimasa kecil mereka, ketika mereka belum baligh saja mereka rajin, mereka taat, semoga allah meridhai dan memudahkan jalan mereka hingga dewasa. amiin.

Selesai sholat, saya berjalan melewati lagi anak2 yang sedang bermain. Mereka sangat lepas bermain, bahkan ada yang menendang bola dan masuk ke dalam ruangan guru. Dia disorakin sama temen2nya, huuuu… tp hanya sekedar sorakan saja, setelah bola diambil mereka bermain lagi, mereka lupa akan hal yang barusan terjadi. Mereka bermain sangat lepas, tidak memikirkan hal-hal yang orang dewasa pikirkan. Sungguh enak menjadi anak2, tidak usah memikirkan hal-hal dewasa…

Itu lah anak2, pasti asik bermain bersama temannya, asik dengan permainannya, dan disaat inilah otaknya berusaha merekam kejadian, pengetahuan yang diajarkan. Semoga anak-anak indonesia mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat untuk membangun indonesia dan bekal akhirat nanti. amiin

Anak-anak yang bermain tidak berpikir sedikitpun masalah gayus, bahkan jika mereka ditanya siapa itu, gakkkk tauuu… begitu jawabnya. Mereka lebih asik dengan permainannya, fokus terhadap permainannya, dan tidak berlaku curang ketika bermain. Seharusnya kita dapat mengambil pelajaran dari anak2, mereka fokus terhadap permainannya, kita jg harus fokus terhadap pekerjaan / pendidikan kita walaupun itu banyak, kita tidak boleh curang walaupun itu kecil.

Semakin dewasa pikiran kita semakin kemana-mana, itu lah yang membuat kita kadang2 berpikiran praktis dan instan untuk mendapatkan sesuatu. Saya selalu ingat, dalam ujian (ujian dalam arti sebenarnya), hasil nilai tidak hanya bergantung pada nilai ujian saja, ada nilai-nilai tugas, nilai PR, nilai diskusi, dan nilai lainnya. Ini menandakan nilai didasarkan pada proses juga. Intinya adalah belajar… (walaupun saya juga kadang2 malas belajar,.. hehe)

Balik ke anak-anak lagi, mereka lari kesana kemari tanpa berpikir sedikitpun apa yang terjadi diluar sana, mereka selalu berpikir tentang kesenangan mereka, bermain bersama teman mereka. Sungguh enak menjadi anak-anak…. Tp hidup tak selamanya menjadi anak-anak,🙂
Kita harus dewasa🙂

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: