Operasional Amplifier (Op-amp) 2 [habis]


Melanjuti tulisan sebelumnya, sekarang akan di bahas mengenai fungsi op-amp yang lain seperti penjumlah, integrator, differensiator, dan pembanding ( kumparator ).

3. Penjumlah
Adalah penjumlahan dengan beberapa input yang kemudian dikuatkan oleh op-amp sehingga menghasilkan 1 keluaran.
sum-amp

Untuk gambar diatas menggunakan 2 input, namun bisa digunakan lebih dari 2 input. Berikut adalah penghitungannya,
Vo = – Rf ( V1/R1 + V2/R2 + … + Vn/Rn )
apabila nilai Rf = R1 = R2 = R3 = … = Rn, maka
Vo = – (V1 + V2 + v3 + … + Vn )
keterangan :
Vo = tegangan keluaran
V1 = tegangan masukan 1
V2 = tegangan masukan 2
Rf = Resistor
R1 = Resisitor masukan 1
R2 = Resisitor masukan 2
R3 = Resisitor masukan 3

4. Integrator
int-amp
Merupakan penghitungan bentuk integral yang nilainya adalah,
Vo = – ( 1 / RC ) Vi
keterangan :
Vo = tegangan keluaran
Vi = tegangan masukan
R = Resistor
C = Kapasitor

5. Diferensiator
def-amp
Berkebalikan dengan Integrator, berikut adalah penghitungannya :
Vo = – RC ( dVi / dt )
keterangan :
Vo = tegangan keluaran
R = Resistor
C = Kapasitor

6. Pembanding (kumparator)
Merupakan rangkaian yang digunakan untuk membandingkan suatu input dengan suatu refrensi yang telah di tetapkan nilainya. Outputnya bernilai positif / negatif ( 1 / 0 ).
com-amp
Vo = Vcc (+) apabila V1 > V2
Vo = Vcc (-) apabila V1 < v2
keterangan :
Vo = tegangan keluaran
V1 = tegangan masukan 1
V2 = tegangan masukan 2

ya… mungkin segitu aja, rangkaian dasar OP-AMP. Untuk pengembangannya banyak yang bisa dilakukan, misal untuk kendali PID. Tapi aku gak ngerti masalah kendali, ada yang bisa ngajarin???

6 Tanggapan

  1. assalamu’alaikum.

    tengkyu bang gupil, secara meskipun kita satu perguruan di “dunia persilatan”???! tapi masih ada yang aq gak ngerti? kalo bisa rumus-rumusnya di jarin lagi, aq gak ngerti pas bagian diferensiator sama pemanding????
    mohon penjelasannya bank gupil???

    • walaikumsalam,
      satu perguruan di “dunia persilatan”???
      ahahhaha…

      diferensiator itu nilai outputnya merupakan hasil diferensial dari inputnya
      kalau
      pembanding itu membandingkan 2 buah input (misalnya), tar keluarannya hanya ada 2 kondisi, high / low (nilainya + / – )

      gitu aja kok😀

  2. plis,,,, help me,,, bisa ngasi contoh ga?? rangkaian pembanding itu biasa diaplikasikan d rangkaian apa??
    kalu bisa…gambar rangkaian + prinsip kerjanya yah :d

    tolong ya.
    makasiiiiii :d

    • untuk aplikasinya bisa pada robot line follower,
      pada sensor menggunakan photo diode, nah hasil dari photo diode dibandingkan dengan tegangan refrensi yang hasilnya keluarannya cuma ada 2 kondisi, idup (mendekati V+) atau mati (mendekati V-)…kemudian keluaran ini bisa diolah dalam program micro dalam sistem kerjanya…

      untuk rangkaiannya ada sih..
      cuman harus nyari” lagi mas, lupa taruh dimana..
      hehe..

  3. Makasih banyak mas artikelnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: