Operasional Amplifier (Op-amp)


Operasional amplifier atau biasa disebut penguat amplifier menurut wikipedia adalah merupakan suatu komponen elektronika berupa integrated circuit  (IC) yang terdiri atas bagian differensial amplifier, common emiter amplifier dan bagian push-pull amplifier. Bagian output Op-amp ini biasanya dikendalikan dengan umpan balik negatif (negative feedback) karena nilai gain-nya yang tinggi.

Keuntungan dari penggunaan Op Amp adalah karena komponen ini memiliki penguatan (A) yang sangat besar, Impedansi input yang besar, (Zin) dan Impedansi Output yang kecil (Zout). Selain dari itu, kemampuan interval frekuensi dari komponen ini sangat lebar.

Penggunaan dari Op-amp meliputi: amplifier atau penguat biasa (non-Inverting Amplifier), Inverting Amplifier, komputer analog (operasi jumlah, kurang, integrasi, dan diferensiasi), dll.

Berikut adalah sedikit cara untuk menghitung penguat beberapa fungsi pada Op-amp.

1. Penguat pembalik (Inverting amplifier)
inv-amp
Untuk menghitung besar penguatannya adalah :
Av = Vo / Vi = – Rf / Ri
Keterangan :
Av = Penguatan amplifier
Vo = Tegangan keluaran
Vi = Tegangan masukan
Rf = Resistor
Ri = Resistor input
Besar penguatannya bernilai negatif disini maksudnya adalah nilai sudut fasenya yang berkebalikan dengan masukannya.

2. Penguat tak membalik (non inverting amplifier)
non-inv-amp
Nilai penguatannya adalah :
Av = Vo / Vi = 1 + ( Rf / Ri )
Keterangan :
Av = Penguatan amplifier
Vo = Tegangan keluaran
Vi = Tegangan masukan
Rf = Resistor
Ri = Resistor input

ya itu hanya sedikit ilmu yang bisa aku sharing disini, untuk kelanjutannya Insya Allah akan masuk pada fungsi op amp yang lain.

11 Tanggapan

  1. tolong di jelaskan dalam penerapan pembuatan perangkat audio atau skema rangkaiannya, baik yang inverting maupun yang noninverting.matur nuwun

    • wah susah dijelasin mas.
      kalo langsung praktek lebih enak..
      hehe..

      oh ya, kalo mas butuh rangkaian perangkat audio (kayak ampli) bisa cari di google.. dah banyak kok

  2. bro, trims infonya.
    tolong dong dijelaskan perbandingan (kelebihan dan kekurangan) dari beberapa jenis rangkaian op-amp tadi?
    Trims.

    • kalau penggunaanya di elektronika dapat digunakan untuk sistem control..
      mungkin dah pernah denger yang namanya PID kan?
      nah itu bisa disusun secara analog menggunakan OPAMP, tp untuk digitalnya bisa menggunakan microcontroller / microprosessor

  3. sebenarnya apa pengaruh komponen ini terhadap arus yang mengalir,tegangan apkah ada fungsi yang lebih spesifk dari komponen ini ?

    • opamp kebanyakan digunakan untuk signal conditioning…
      misal keluaran sensor 1-2 volt, tp suatu alat (misal mikrokontroler) menggunakan input tegangan 0-5 volt. sehingga diperlukan rangkaian untuk mengkonvert dari 1 menjadi 0 volt dan 2 menjadi 5 volt… jadi saat tegangan sensor 1.5volt maka masukan mikro menjadi 2.5 volt.
      nah untuk itu bisa menggunakan rangkaian opamp yang disusun sedemikian rupa

  4. kayaknya kurang nih simbol skematis op-amp serta penjelasannya……???

    • ini masih dasar mas…
      lha mau bikin yang lengkap tar kayak buku lagi..hehehe..
      kalau mau info lebih banyak tentang opamp bisa maen2 ke perpus^^

  5. info nya bagus mas..
    makasi

  6. klo fungsi resistor pada masukan op-amp non-inverting apa y mas?apa cuma memperkecil arus ke IC?saya pake TLC274

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: