Kampanye model baru


Kemarin, tepatnya tanggal 11 Februari 2009 aku membaca salah satu koran harian yang ada di Yogyakarta. Halaman koran aku bolak – balik dan tidak ada berita yang menarik disana, hanya berita tentang dukun cilik yang telah menewaskan beberapa orang di Jombang. Tapi aku terkejut ketika melihat salah satu iklan.

Iklan tersebut berisi tentang tawaran kampanye model baru, nah pasti pembaca bertanya – tanya, bagaimana bentuk kampanye model baru tersebut. Secara sengaja aku mengambil gambar dari iklan tersebut, dan berikut screen shotnya :

iklan kampanyae
Baca media kampanye yang digunakan, khususnya pada no 1, CD interaktif Ujian Nasional 2009. Sungguh ironis sekali, pendidikan indonesia sudah mulai terjangkiti oleh pemilu yang bersifat tidak mendidik (menurut saya). Para siswa dijadikan korban oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga pemilu tidak bersifat murni lagi. Apakah selicik ini dunia pemilu Indonesia? sampai-sampai mencari korban (baca : pemilih) yang masih lugu dan belum mengerti akan pemilu? Mungkin dengan adanya iklan ini, panwaslu segera mengeluarkan tindakan atau bahkan pemerintah segera mengeluarkan peraturan khusus yang isinya tidak boleh ada kampanye di sekolah, karena kampanye tidak bersifat mendidik dan malah bikin pusing.

Ada beberapa tempat lagi yang oleh para calon pemilu digunakan sebagai ajang kampanye :
1. Mobil / Bus / Motor / Truk ( hampir semua kendaraan pernah aku jumpai di tempeli stiker mulai dari yang kecil hingga hampir menutup seluruh badan kendaraan ). Sungguh tidak enak di lihat mata dan bikin mau muntah.
2. Kampanye di internet : Facebook, Website, Blog, Iklan, Friendster
Kalau kampanye model seperti ini saya rasa wajar dan sehat. Karena memang internet merupaka ajang memperkenalkan sesuatu baik itu partai, calon, atau produk.
3. Bendera, Baliho, Spanduk, Poster.
Ini yang bikin rusak pemandangan kota, dan tidak ini sebenarnya mencerminkan apakah calon / partai tersebut orang yang berakal atau tidak. Mereka memasang Bendera, Baliho, Spanduk, Poster disembarang tempat, bahkan di perempatan sampai ada 3 baliho yang berukuran besar dengan gambar monyet, eh muka itu calon. Bendera, Baliho, Spanduk, Poster bahkan dipasang dengan tidak meminta ijin terlebih dahulu dengan pemerintah setempat.

Menurut aku seharusnya kampanye di atur oleh pemerintah jadi lebih tertata, memang sih jadi aneh dan tidak seperti diluar negeri yang bebas berkampanye. Masalahnya otak orang Indonesia (khususnya yang jadi calon dan orang-orang partai) tidak secerdas orang luar negeri yang tahu aturan, yang tahu keindahan kota, yang tahu cara kampanye yang baik dan benar. Tapi memang nasi udah jadi bubur dan udah di makan lagi, huuu…

8 Tanggapan

  1. nih temen2,, aku share key kaspersky 7 expired mpe 2010..
    ada patchnya jga lho

    http://otaklinux.wordpress.com/key-kis-7-crack/

  2. yupz, bagus…….

  3. yup..
    sama”

  4. yah, namanya juga usaha…..

  5. ya usaha harus mikir juga mas..
    masak ya tega anak yang polos di kasih gituan??

  6. hohoho,,, ternyata dunia pemilu qta begitu tragis yak??/
    jujur lho,, karna bru pertama kali maw milihh,, saking byk calon nya dan begitu byk yang promosi sampai2 bgg maw milih yang mana…
    mungkin yang aq inget malah warna2 bendera partainya ajah,, hoohhoo,, begitu mejikuhibiniu bak pelangi yang menghiasi jalanan,,,
    bukannya jadi baguss,, malah jadi kumuh gtw,,,
    huhuhu,,,

    btw kmaren aq liat di berita di solo ada seorang awam,, aq lupa namanya,, tapi bukan dari orang partai ataupn calon legislatif,, berani membuat spanduk promosi pemilu bertuliskan :
    Jangan pilih saya,,
    saya sukanya korupsi,, tidak jujur,, dan lainnya…

    Pokoknya tulisannya sangatlah jujur dan lugas sekali…
    sepertinya dy maw menyindir caleg2 partai yang hanya mengumbar janji,, belum tentu sesuai dengan kenyataan…

    hahahaha,,, salut deh aq…

  7. wah ternyata ada juga yang seperti itu yah??
    baru tau aku malahan,
    aku juga bingung milih sapa dan bahkan apa aja yang di contreng aja juga gak tau… bukannya gak mau tau, tapi kepalaku udah penuh dengan masalah lain bukan mikirin masalah seperti ini..
    hehe,
    oh iya jadi inget ada berita yang isinya tentang pertengkaran 2 parpol, kemudian si reporter bertanya kepada masyarakat luas,.. coba tebak apa yang di jawab masyarakat,..
    dari 5 orang responden yang ditanya, hampir semua jawabannya memiliki makna dengan kalimat : “saya tidak mengurusi urusan begituan, lebih baik mengurusi hidup sendiri, makan aja susah… ”
    itu menandakan bahwa pemerintahan belum bisa meyakinkan masyarakat akan pentingnya pemilu, lha iya wong semuannya janji doang, gak ada realisasinya.. gimana masyarakat mau percaya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: