Judulnya emang agak ngawur ![]()
baca baik2 ya,
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak setelah amerika dan china. Bayangkan saja ketika semua menulis menggunakan pensil dan kertas, kemudian tulisan itu salah dan kertas dibuang begitu saja. Belum lagi seorang mahasiswa yang mengerjakan laporan yang kemudian di revisi oleh sang dosen berhalaman-halaman dan kertas ditaruh dipojok kamar kos begitu saja.
Sebenarnya ada solusi alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi (perlu ditekankan disini adalah mengurangi bukan menghilangkan) penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari. Kalau di PPTIK-UGM ada yang namanya paperless online, disana semua pengumuman, undangan, dan hal-hal bisa dikerjakan tanpa kertas dishare di web tersebut. Sebenarnya contoh ini dapat digunakan pada dunia pendidikan Indonesia.
e-Learing adalah solusi belajar tanpa batas ruang dan waktu, bahkan yang tidak berseragampun bisa belajar. Cyber-Education merupakan kegiatan belajar mengajar menggunakan perangkat digital + internet. Kedua hal tersebut sangat cocok apabila digabungkan dalam kegiatan belajar mengajar di Indonesia.
Cyber-Education di sekolah-sekolah adalah dengan menggunakan perangkat seperti LCD proyektor dan laptop sebagai sarana media informasi bagi siswa. Guru bisa menjelaskan mata pelajaran agar lebih menarik dan tentunya siswa tidak perlu repot-repot menulis dikertas, siswa tinggal mendownload materi kemudian dapat dibaca untuk dipelajari. Guru dapat memberikan tugas yang diberikan di e-Learning sehingga siswa mengerjakan cukup menguploadnya di e-Learning tersebut.
Sebelum cyber-education tersebut berjalan lancar perlu adanya persiapan yang matang dari pihak-pihak yang berkaitan. Persiapan-persiapan tersebut adalah :
1. Kualitas internet yang standart
2. Perangkat yang memadai
3. SDM Guru yang memadai
Ketika syarat diatas wajib dipenuhi agar kegiatan cyber-education dapat berjalan dengan lancar.
Realita saat ini :
- Siswa sudah kenal internet, bahkan jam belajar dengan jam online bisa lebih banyak jam onlinenya. Sekedar membuka situs jejaring sosial.
- Internet di Indonesia kualitasnya buruk sekali, kecepatan rendah tapi harga masih terbilang tinggi.
- Banyak guru yang belum melek komputer apalagi melek internet, mungkin perlu diadakan pelatihan
Tapi ada beberapa hal yang perlu di perhatikan khususnya dalam penggunaan internet :
1. Pengetahuan penggunaan internet
Pengetahuan ini harus diberikan sejak dini agar penggunaan internet tidak disalahgunakan, seperti membuka situs-situs porn*, melakukan hacking, atau kegiatan merugikan lainnya.
2. Pengetahuan
Nah diharapkan dengan cyber-education dengan dimulai dari sekolah diharapkan Indonesia dapat menyimpan kertas untuk masa depan, dan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat modern.
Filed under: Internet Ditandai: | cyber crime, cyber-education, Cyber-Education for Better Future of Indonesia, cyber-security, Hack, murid, sd, smp, technocorner.co.cc



Saya juga menulis tentang cyber education. Kunjungi lapak saya juga ya kak
https://creativeendless.wordpress.com/2011/05/22/cyber-education/
sayang ya, bagi kantong rata-rata orang Indonesia internet masih mahal. bayangkan jika tiap rumah telah memiliki akses internet.
wah… jadi ndak ada yg keluar rumah, online semua :p
saya setuju dengan komentar Sabjan Badio
sebenarnya untuk penerapan E-paper di indonesia ini belum siap, mungkin 4 atau 5 tahun lagi. ini semua mungkin dikarenakan penerapan teknologi di indonesia yang masih kurang
menurut saya pertama harus siap dahulu pada internet conection speed pada setiap daerah, barulah penerapan E-Education bisa diterapkan.
kalo tidak, semua akan sia-sia saja.
btw, bagus tulisan mu. keep posting!!
siiippp……
salam knal..
http://maulanagothic.wordpress.com/
wah bakal lama itu bisa diterapin di indonesia secara menyeluruh coz bodohnya negeri ini di tangan penguasa bodoh